indopos.co.id – Ketua Badan Pengawas SDSI (Serikat Dagang Seluruh Indonesia) / Ketua Umum Syarikat Islam (SI) Dr Hamdan Zoelva, SH, MH meresmikan kantor agen Perisai (Penggerak Jaminan Sosial Nasional) BPJS Ketenagakerjaan dari SDSI. Peresmian berlangsung di Gedung Pusat Mode Tanah Abang (PMTA), Jakarta Pusat, Senin (26/8/2019).

”Bismillah hirohman nirrohim, semoga Allah memberikan berkah,” ungkap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi tersebut saat meresmikan markas Perisai SDSI di lantai 6 PMTA. Hadir dalam acara tersebut Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah DKI Jakarta Achmad Hafiz, Kepala Kantor Cabang (Kakacab) BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Kebayoran Baru Aland Lucy Patitty, Kakacab BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Kebon Sirih Tonny W.K. serta Ketua Serikat Pekerja BPJS Ketenagakerjaan Eko Purnomo.

Dalam acara tersebut juada ada penyerahan simbolis bantuan untuk program GN Lingkaran (Gerakan nasional peduli perlindungan pekerja rentan) dari PT Indo Premier Investment Management. Hamdan mengatakan, tugas Perisai BPJS Ketenagakerjaan sangatlah mulia. Karena perannya adalah untuk memperluas kepesertaan program jaminan sosial ketenagakerjaan. ”Keberadaan Anda (Perisai)  memberikan sumbangsih yang sangat besar kepada bangsa dan negara ini. Selain atas jerih payah untuk menambah anggota BPJS Ketenagakerjaan juga mendapatkan fee sebagai hak Anda,” ujar Hamdan.

Menurutnya, semakin banyak akumulasi dana yang dimiliki lembaga jaminan sosial maka akan semakin kuat dan sejahtera sebuah bangsa. ”Sepertih halnya Malaysia dana jaminan sosialnya terakumulasi dari ratusan tahun itu sudah sangat kokoh. Nah di Indonesia sudah memulai untuk itu,” ungkapnya.

Hamdan mengatakan, Perisai SDSI cukup berkeleling di seputar pusat grosir di Tanah Abang untuk mendaftar kepesertaan baru BPJS Ketenagakerjaan maupun untuk memfasilitasi iuran bulanannya. ”Harapan ke depan tidak hanya di Pasar Tanah Abang saja, tetapi bisa ke Pasar Cipulir,  Pasar Pramuka, Pasar Kramat, Jatinegara dan yang lainnya,” ungkap Hamdan.

Menariknya, menurut Hamdan, peserta BPJS Ketenagakerjaan hasil akuisisi Perisai SDSI akan mendapatkan fasilitas belanja kebutuhan dengan harga murah. Pihaknya akan membuat aplikasi yang menyediakan berbagai kebutuhan yang mendapatkan potongan harga untuk peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Selain itu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan juga akan berkembang pada internal  SI. Yaitu seiring berkembangnya anggota SI menjadi wirausaha. Di lain sisi Ketua Serikat Pekerja BPJS Ketenagakerjaan Eko Purnomo mengatakan, lahirnya Perisai SDSI BPJS Ketenagakerjaan tersebut merupakan buah dari kerja sama perluasan BPJS Ketenagakerjaan antara pihaknya dengan SI enam bulan lalu. Setelah itu berlanjut pada kerja sama dengan badan  otonom di bawah SI yang salah satunya SDSI.

”Enam bulan kami inisiasi bersama gar bisa memberikan perlindungan kepada masyarakat pekerja. Rencananya akan menyasar elemen masyarakat pekerja di  pasar modern Tanah Abang. Hingga akhirnya bisa diwujudkan Kantor Perisa SDSI ini,” pungkasnya.

Dikatakan, Kantor Perisai SDSI tersebut akan terus berinovasi untuk menyejahterakan anggotanya. ”Peserta BPJS Ketenagakerjaan diberikan stimulus (donasi iuran kepesertaan), bisa beli sembako murah dari Bulog,  dan bisa mendapatkan KUR (Kredit Usaha Rakyat), jadi di sini sebagai pintu masuk kolaborasi berbagai program penyejahteraan,” paparnya.

Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah DKI Jakarta Achmad Hafiz mengatakan, kehadiran Perisai SDSI BPJS Ketenagakerjaan akan berdampak melindungi pekerja di kawasan Tanah Abang semakin luas. ”Di sini potensi kepesertaan ratusan ribu tenaga kerja. Banyak yang sudah masuk menjadi peserta tetapi lebih banyak yang belum masuk menjadi peserta. Maka menjadi tugas kita bersama untuk melindungi pekerja dengan program BPJS Ketenagakerjaan,” ungkapnya.

Hafiz mengaku sangat prihatin dengan kejadian pabrik petasan meledak di Tangerang pada tahun lalu. ”Kejadian di Tangerang itu ada 53 orang pekerja di dalamnya namun yang dicover BPJS Ketenagakerjaan hanya 13 orang saja, ini menjadi sebuah pelajaran. Upayakan tak ada lagi (perusahaan) yang daftar sebagian tenaga kerja maupun program BPJS Ketenagakerjan. Harus dicover semua pekerja yang ada,” tandasnya.

Dirinya berharap dengan berkolaborasi dengan banyak pihak seperti Perisai SDSI, kepesertaan universal jaminan sosial ketenagakerjaan bisa dimulai dari DKI Jakarta.(dni)

sumber: indopos.co.id